Inilah Antibiotik Yang Tepat Untuk Infeksi Usus

[ads1]

Sebarkanlah…
palingpopuler.info mengabarkan : Inilah Antibiotik yang Tepat untuk Infeksi Usus –

SEBELUM berbicara mengenai obat antibiotik untuk infeksi usus, tentunya kita harus mengetahui dulu apa itu infeksi usus, dan macam-macam macam infeksi usus.

Infeksi usus ialah suatu keadaan yg menyebabkan usus mengalami perandangan ataupun inflamasi. Infeksi usus ini bisa berbahaya tergantung mikroorganisme yg ada di dalamnya. Infeksi usus mampu bermacam-macam yg bisa menimbulkan penyakit.

Sebenarnya dalam tubuh kita terdapat macam bakteri yg menguntungkan tapi ada juga yg merugikan. Bakteri yg baik atau menguntungkan bagi tubuh kita merupakan lactobacillus, yg berfungsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, menjaga keseimbangan Ph, menolong penyerapan nutrisi dan makanan di dalam tubuh.

Infeksi usus meliputi disentri, demam typoid, apendisitis, dan hemorrhoid. Mari kita urai satu per satu macam infeksi usus.

Disentri

Disentri berasal dari bahasa Yunani, yakni dys (gangguan) dan enteron (usus), yg berarti peradangan pada usus sehingga menimbulkan gejala meluas seperti buang air besar dengan tinja yg bercampur darah, diare yg encer dengan volume sedikit, buang air besar dengan tinja bercampur lendir (mucus) dan nyeri pada ketika buang air besar (tenesmus).

Disentri mampu disebabkan oleh bakteri salmonella dan campylobacter, bakteri bakteri Shigella dan beberapa macam Escherichia coli (E.coli) dan oleh parasite Entamoeba histolytica.

Disentri terdiri dari disentri basiler yg disebabkan oleh Shigella,s p. Sigella merupakan basil non motil, gram negative, termasuk family enterobacteriaceae. Ada 4 macam Shigella, yakni S.dysentriae, S.flexneri, S.bondii dan S.sonnei. penyakit ini kadang-kadang bersifat ringan dan kadang-kadang berat. Shigella sp ialah penyebab terbanyak dari diare invasive (disentri) dibandingkan dengan penyebab lainnya. Secara klinis mempunyai tanda-tanda berupa diare, adanya lendir dan darah dalam tinja, perut terasa sakit dan tenesmus (terasa sakit pada ketika buang air besar).

Disentri lainnya berasal yaitu disentri amoeba, yg disebabkan oleh Entamoeba histolytica. E.histolytica adalah protozoa usus, terbiasa hidup sebagai mikroorganisme komensal pathogen di usus manusia. Siklus hidup amoeba ada dua bentuk, yaitu bentuk trofozoit dan kista. Bentuk tropozoit bertanggung jawab terhadap terjadinya gejala penyakit berupa diare, adanya lender dan darah dalam tinja. Namun, cepat mati jika diluar tubuh manusia. Bentuk kista bertanggung jawab terhadap terjadinya penularan penyakit dan bisa hidup lama di luar tubuh manusia serta tahan terhadap asam lambung dan kadar klor standard dalam sistem air minum.

Obat antibiotik yg digunakan dalam penyakit ini ditujukan untuk membunuh penyebab dari macam penyakit ini dengan kadar dosis yg tegantung dari gejala yg muncul dan tingkat keparahannya. Dengan istilah yang lain mampu diberikan dengan memakai resep dokter.

Disentri basiler prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan ialah istirahat, mencegah maupun memperbaiki dehidrasi dan pada masalah yg berat diberikan antibiotic disentri amoeba Asimtimatik ataupun carrier : Iodoquinol ( diidohydroxiquin ) 650 mg 3x sehari selama 20 hari, amebiasis intestinal ringan maupun sedang : tetrasiklin 500 mg 4x sehari selama 5 hari. Amebiasis intestinal berat memakai : Metronidazol 750 mg 3x sehari selama 5-10 hari, tetrasiklin 500 mg 4x sehari selama 5 hari dan emetin 1 m/kgBB/IM selama 5-10 hari, Klorokuin fosfat 1 gr sehari selama 2 hari dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 pekan dan emetin 1mg/kgBB/IM selama 10 hari.

Demam Typoid

Demam Typoid ialah suatu infeksi usus halus yg disebabkan Salmonella typi ataupun Salmonella paratypi A, B, dan C yg bisa menular melalui oral, fekal, makanan dan minuman yg terkontaminasi dan disertai gangguan system pencernaan dengan maupun tanpa gangguan kesadaran.

Gejala dari demam typoid berupa demam pada sore dan malam hari, gangguan pada saluran pernapasan bagian atas, gangguan kesadaran, gangguan pada saluran pencernaan, nyeri perut, pusing, nafsu makan berkurang, mual, muntah, diare, perdarahan dan perforasi.

Obat antibiotic yg biasa digunakan dalam penyakit ini yakni Klorampenikol, Amoxsilin, Siprofloksasin, dan Kotromoksasol.

Apendisitis

Apendisitis ialah peradangan pada apendiks vermiformis. Apendisitis akut merupakan penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran kanan bawah rongga abdomen. Apendisitis merupakan keadaan dimana infeksi terjadi di umbai cacing.

Apendisitis terbagi jadi 2 yaitu apendisitis akut dan apendisitis kronik. Apendisitis akut adalah infeksi bakteria. Sumbatan lumen apendiks adalah faktor pencetus disamping hiperplasia jaringan limfe (pembesaran jaringan limfe),tumor apendiks (daging tumbuh di bagian usus buntu), dan cacing askaris mampu pula menyebabkan sumbatan.

Penyebab yang lain yg diduga bisa menimbulkan apendisitis merupakan erosi mukosa apendiks sebab parasit seperti E. histolytica. Gejala klasik apendisitis ialah nyeri samar-samar dan tumpul yg adalah nyeri viseral di daerah epigastrium sekitar umbilikus. Nyeri perut ini terbiasa disertai mual serta satu maupun lebih episode muntah dengan rasa sakit, dan setelah beberapa jam, nyeri akan beralih ke perut kanan bawah pada titik McBurney.

Umumnya nafsu makan akan menurun. Rasa sakit jadi selalu menerus dan lebih tajam serta lebih jelas letaknya sehingga adalah nyeri somatik setempat, akibatnya pasien menemukan gerakan tak nyaman dan ingin berbaring diam, dan terbiasa dengan kaki tertekuk.

Obat Antibiotik harus mencakup organisme yg terbiasa ditemukan (Bacteroides, Escherichia coli, Klebsiella, dan pseudomonas spesies). Regimen yg terbiasa digunakan secara intravena merupakan ampisilin (100 mg/kg/24 jam), gentamisin (5 mg/kg/24 jam), dan klindamisin (40 mg/kg/24 jam), ataupun metrobnidazole (Flagyl) (30 mg/kg/24 jam). Apendiktomi dikerjakan dengan ataupun tanpa drainase cairan peritoneum, dan antibiotik diteruskan sampai 7-10 hari.

Hemorroid

Hemorrhoid berasal dari kata ”haima” dan ”rheo”. Dalam medis, berarti pelebaran pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) di dalam pleksus hemorrhoidalis yg ada di daerah anus. Hemorrhoid adalah gangguan sirkulasi darah yg berupa pelebaran pembuluh (dilatasi) vena.

Pelebaran tersebut disebut venecsia ataupun varises daerah anus dan perianus. Dalam praktiknya, sebagian besar pasien tanpa gejala. Pasien diketahui menderita hemoroid secara kebetulan pada waktu pemeriksaan untuk gangguan saluran cerna bagian bawah yg yang lain waktu endoskopi/kolonoskopi (teropong usus besar).

Gejala yg paling terbiasa ditemukan merupakan perdarahan lewat dubur bersamaan dengan kotoran, nyeri, pembengkakan maupun penonjolan di daerah dubur, sekret ataupun keluar cairan melalui dubur, rasa tak puas waktu buang air besar, dan rasa tak nyaman di daerah pantat, dan sulit untuk duduk.

Obat antibiotic yg biasa digunakan untuk penyakit ini berupa Anusol, Boraginol, Ultraproct, Anusol HC, Scheriproct, Ardium 500 mg dan placebo 3×2 tablet selama 4 hari, kemudian 2×2 selama 3 hari.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA).

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Inilah Antibiotik yang Tepat untuk Infeksi Usus, simak informasi menarik lainnya hanya di palingpopuler.info.

Leave a Reply

Your email address will not be published.